Sabtu, 29 Januari 2011

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN KENYAMANAN DAN NYERI

I. KONSEP KEBUTUHAN

A. PENGERTIAN

Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobatan. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang dibanding suatu penyakit manapun. Sehingga seseorang yang mengalami nyeri akan merasa terganggu kenyamanan.

Nyeri dibagi menjadi dua bagian berdasarkan waktu, yakni:

1. Nyeri akut: terjadi secara tiba-tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera spesifik. Nyeri akut mengindikasikan bahwa kerusakan atau cedera telah terjadi.

2. Nyeri Kronik: nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri ini berlangsung di luar waktu penyembuhan yang diperkirakan dan sering tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau cedera spesifik.

B. NILAI-NILAI NORMAL

1. Temperatur:36,6-37,4 derajat Celcius

2. Tekanan darah: 120/80mmHg

3. Pernafasan: 16-24x/menit

4. Refleks pupil

5. Pola tidur

6. Berat badan

C. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA KLIEN YANG MENGALAMI GANGGUAN KEBUTUHAN KENYAMANAN DAN NYERI

Pengkajian keperawatan pada individu dengan nyeri termasuk deskripsi nyeri juga faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi nyeri dan respon individu terhadap pereda nyeri.

1. Persepsi nyeri

a. Intensitas nyeri

Individu diminta untuk membuat tingkatan nyeri pada skala verbal

b. Karakteristik nyeri

Termasuk letak, durasi (menit, jam, hari atau bulan), irama (terus-menerus, hilang timbul, periode berkurang atau bertambahnya nyeri) dan kualitas (seperti ditusuk, terbakar, atau digencet)

c. Faktor-faktor yang meredakan nyeri

Apa hal yang dipercaya klien dapat meredakan nyerinya?

d. Efek nyeri terhadap aktifitas kehidupan sehari-hari

Meliputi aktifitas dasar sehari-hari (mis. Tidur, nafsu makan, konsentrasi, interaksi dengan orang lain, gerakan fisik, bekerja dan aktifitas-aktifitas santai)

e. Kehkawatiran individu tentang nyeri

Meliputi berbagai masalah yang luas (mis. Beban ekonomi, pengaruh terhadap peran dan perubahan citra diri)

2. Respon fisiologik dan perilaku terhadap nyeri

a. Respon fisiologik dapat berupa meningkatnya frekuensi nadi dan pernafasan, pucat dan berkeringat.

b. Perilaku terhadap nyeri dapat berupa pernyataan verbal, perilaku vokal, ekspresi wajah, gerakan tubh, kontak fisik dengan orang lain dan lingkungan.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi respon nyeri

  1. Pengalaman masa lalu dengan nyeri

Jika nyerinya teratasi dengan cepat dan adekuat, individu mungkin lebih sedikit ketakutan terhadap nyeri di masa mendatang dan mampu mentoleransi lebih baik

  1. Ansietas dan nyeri
  2. Budaya dan nyeri
  3. Usia dan nyeri
  4. Efek plasebo

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL

1. Nyeri akut

2. Nyeri kronik

3. Koping tidak efektif b.d. antisipasi dan stres dari nyeri

III. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN

A. Nyeri Akut

NOC: nyeri klien reda atau terjadi penurunan dalam intensitas nyerinya

NIC:

1. Yakinkan klien bahwa anda mengetahui nyeri yang dialami klien adalah nyata dan akan membantunya dalam menghadapi nyeri tersebut

2. Gunakan skala pengkajian nyeri untuk mengidentifikasi intensitas nyeri dan ketidaknyamanan

3. Kaji dan catat nyeri dan karakteristiknya: lokasi, kualitas, frekuensi dan durasi.

4. berikan analgesik sesuai yang diresepkan untuk meningkatkan peredaan nyeri yang optimal

5. berikan kembali skala pengkajian nyeri

6. catat keparahan nyeri klien pada bagan

7. identifikasi dan dorong klien untuk menggunakan strategi yang menunjukkan keberhasilan pada nyeri sebelumnya

8. ajarkan klien strategi tambahan untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan, distraksi, guided-imagery, relaksasi dan stimulasi kutaneus

9. intruksikan klien dan keluarga tentang potensial efek samping analgesik dan pencegahan serta penetalaksanaannya

B. Nyeri Kronik

NOC:

1. Klien dapat Mengurangi atau mengeliminasi faktor-faktor yang dapat memicu pengalaman nyeri

2. Klien melaporkan bahwa nyerinya berkurang

3. Klien melaporkan efek samping minimal dari agen farmakologik yang digunakan

4. Klien melaporkan bahwa ketakutan dan kecemasanya berkurang tentang pengalaman nyeri dan analgesik yang diperlukan

NIC:

1. eksplorasi bersama klien mengenai faktor-faktor yang dapat memicu pengalaman nyeri

2. lakukan pengkajian nyeri dan rencanakan jadwal untuK mengkaji kembali dan mengevaluasi kefektifan kontrol nyeri yang digunakan

3. kaji kemauan klien untuk menggunakan intervensi tertentu

4. ajarkan klien tehnik manajemen nyeri baik yang farmakologis maupun non farmakologis

5. identifikasi efek samping obat dan diskusikan dengan klien bagaimana cara mengatasinya

6. bangun hubungan yang dapat membantu klien untuk mengeksplorasi ketakutan karena ketidakadekuatan kontrol nyeri

7. eksplorasi keyakinan atau konsep yang salah mengenai kontrol nyeri yang optimal

8. bantu keluarga klien untuk berespon terhadap nyeri yang dialami klien

9. dukung aktifitas yang tidak dapat memicu nyeri

10. bantu klien untuk merencanakan aktifitas sehari-hari ketika nyeri dalam derajat yang rendah

C. Koping tidak efektif b.d. antisipasi dan stres dari nyeri

NOC: klien dapat meningkatkan kefektifan kopingnya dalam menghadapi nyeri

NIC:

1. kaji strategi koping klien dan faktor-faktor yang menghasilkan koping tidak efektif

2. ajarkan klien cara yang sesuai dan aman untuk menggunakan analgesik

3. bantu klien untuk mengidentifikasi dan menggunakan strategi koping yang efektif

4. bantu klien merencanakan dan ikut serta dalam aktifitas

IV. DAFTAR PUSTAKA

Kozier, Erb, Wilkinson. 1995. Fundamental of Nursing: Concepts, Process and Practice. Addison-Wesley: California.

Smeltzer S.C., Bare B.G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Edisi delapan. EGC: Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar