Sabtu, 28 April 2012

CHIQUITA AGNI MAURILLA ZAHRA














Saat pertama melihatmu, bahkan hingga kini…
Adalah keajaiban bagiku
Saat pertama memelukmu, bahkan hingga kini…
merupakan keindahan yang selalu menggetarkan kalbuku
Memilikimu dalam hidupku…
adalah bukti kesempurnaan kasih Tuhan padaku
Hingga karenanya
Kuingin selalu berikan yang terbaik untukmu
sebagai ungkapan syukurku pada Tuhan.
Membimbing dan mendidikmu
merupakan tugas suci yang kuendapkan dalam darahku
Menjaga dan mengasihimu
akan selalu menjadi langkah berirama dalam detak jantungku
Berdoa dan berharap
akan selalu menjadi energi yang mengisi hati dan pikiranku
Hingga menegur dan memarahimu
bagaikan duri yang harus kutelan dan mengoyak hatiku
sekalipun duri itu tak boleh kubuang
Karena kuingin kau menjadi dirimu yang tangguh, tegar, kuat dan mandiri.
Dan kuingin kau tahu
aku akan selalu mencintaimu dan bangga padamu
meski tubuhku pudar dan raga sirna….bersama waktu


Anakku............
Tak seorangpun akan menolongmu di dunia ini.
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah.
Hanya itu yang akan membuatmu perkasa.
Anakku… Ketahuilah bahwa tak seorangpun di
dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati…
Tidak juga Ayahmu,
Ibumu
bahkan saudara-saudaramu.
Tanganmu adalah sahabatmu…
Kakimu adalah sahabatmu
Rambutmu adalah sahabatmu
Pandanganmu adalah sahabatmu…
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka,
kau hanya perlu merasa berani berada tepat didepan wajahnya.
Kau harus siap bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang.
Saat itu kau akan percaya bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah.
Suatu kali pula kau akan berada ditengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki.
Engkau tidak pernah tahu, bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi, alam akan mendengar..
mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.
Oleh karena itu, aku berkata padamu…
“Pilihlah jalan terjal mendaki itu, bukan jalan yang nyaman ini…

Kalau Engkau tidak mampu menjadi beringin yang tegak dipuncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau


 Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan setapak yang membawa orang kemata air

Tidaklah semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu sebaik-baiknya dari diri mu sendiri


Anak-anak, anugerah terindah dalam hidup ini, selalu memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan menjadi orangtua yang baik di mata-Nya, Terimakasih Allah, atas amanah-Mu